Rabu , 24 Januari 2018
Home / BERITA / Bulan Oktober 2017 Watampone Mengalami Deflasi 0,51 Persen

Bulan Oktober 2017 Watampone Mengalami Deflasi 0,51 Persen

Berdasarkan data BPS Kabupaten Bone pada  bulan  Oktober 2017  Kota  Watampone  mengalami  Deflasi  (penurunan  harga)  sebesar  0,51 persen,  penurunan tersebut menyebabkan laju Inflasi tahun kalender (Januari – Oktober 2017)  sebesar 4,84 persen.  Sedangkan  laju  Inflasi  ”year on year” ( Oktober 2017  terhadap  Oktober 201 6)  di kota  Watampone  sebesar  5,4 4 persen.

Deflasi di kota Watampone terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya  indeks  pada kelompok  bara ng dan jasa yaitu kelompok bahan makanan .

Pada  bulan  Oktober 2017  tercatat  bahwa lima  kota  IHK  di  wilayah  Sulawesi  Selatan  semuanya  mengalami  deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Pare – pare yaitu 0,60 persen, kemudian Kota Watampone sebesar 0,51  per sen, kemudian Kabupaten Bulukumba sebesar 0,49 persen, kemudian Kota Palopo sebesar 0,01 persen.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Oktober 2017 secara umum menunjukkan adanya penurunan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Bone pada bulan Oktober 2017 terjadi deflasi sebesar 0, 51 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 126,73 pada bulan September 2017 menjadi 119,58 pada bulan Oktober 2017. Laju Inflasi tahun kalender ( Januari – Oktober 2017) yaitu 4,84 persen, demikian juga Inflasi “ year on year ” ( Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) adalah 5, 4 4 persen.

Deflasi di kota Watampone terjadi terutama karena disebabkan oleh penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada kelompok barang dan jasa yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,76 persen. Sedangkan untuk kelompok barang dan jasa lainnya secara umum mengalami kenaikan harga.

Kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik sebesar 0,28 persen; kelompok perum ahan, air, listrik, gas & bahan bakar naik sebesar 0,53 persen; kelompok sandang naik sebesar 0,47 persen; kelompok kesehatan naik sebesar 0,43 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik sebesar 0,50 persen; dan kelompok transpor, komunikasi d an jasa keuangan naik sebesar 0,06 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga selama bulan Oktober 2017 antara lain: tomat sayur, bandeng/bolu, layang/benggol, cakalang/sisik, cumi – cumi, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, kangkung, kem bung/gembung/banyar/gembolo/aso – aso, wortel, kakap merah, kol putih/kubis, terong panjang, baronang, cakalang asap, labu parang/manis/merah, bawang merah, gula pasir, kentang, pisang, bawang putih, ketimun, kacang panjang, sawi hijau, tauge/kecambah, cabai merah , papaya, ikan asin belah, dan kacang tanah.

Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain yaitu : besi beton, cat tembok, telur ayam ras, emas perhiasan, televise berwarna, kakap putih, teh manis, nasi dengan lauk, teri, aya m goreng, obat dengan resep, bola lampu, kusen, panci, bahan pelumas/oli, rokok kretek filter, mobil, alat – alat listrik, parfum, mujair, ayam hidup, telur itik, daging ayam ras, bayam, kemiri, magic com, rokok kretek, garam, lampu TL/neon/PL/XL, obat sakit kepala, celana dalam anak, dispenser, tepung terigu, susu untuk bayi, dan susu kental manis.